Rabu, Juli 29, 2009

Agenda Kamis 30 Juli 2009

1. Binus University. "Pelatihan Pendalaman Malcom Baldrige Education Criteria for Performance Exxelence". Pukul 08.00-17.00 WIB. Aula Kampus Anggrek Binus University, Jakarta.
2. Prizer Press Circle. "Diskusi Pemakaian Obat Keras di Masyarakat". Pukul 09.00-12.00 WIB. Hotel Sahid Jaya, Jakarta.
3. Giant. "Peluncuran Citi Giant Card". Pukul 10.00 WIB. Garden Terrace, Four Season Hotel, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.
4. USAID. "Seminar Nasional Mencapai Kepastian Hukum Melalui Reformasi Perundangan". Pukul 11.00-12.45 WIB. Bappenas Hall, Jalan Taman Suropati, Jakarta.
5. ISAI. "Press Meeting UU Rahasia Negara: Intimidasi Negara Terhadap Warga Negara". Pukul 10.00-12.00 WIB. Olive Tree Restaurant, Hotel Nikko, Jakarta.
6. AJI."Diskusi Flu Meksiko, Ancaman Pandemi dan Cara Mengatasinya". Pukul 19.30-21.00 WIB. Sekretariat AJI Jakarta, Menteng Dalam, Jakarta.
7. Bubu Award V.06. "Konferensi Pemasaran dan Periklanan Digital". Pukul 14.00-16.00 WIB. Aula Serbaguna, Depkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.
8. PHILIPS Indonesia. "MoU Philips Consumer Luminaire dan Ace Hardware". Pukul 10.00-15.00 WIB. Ace Hardware Pluit, Jakarta Utara.
9. Shangri La. "Peluncuran Band Step Ahead". Pukul 18.30-20.00 WIB. BATS Shangri-La, Jakarta.
10. LBH Jakarta. "Pemungutan Suara Pemilihan Calon Direktur LBH Jakarta". Pukul 14.00 WIB. Kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro 74, Jakarta.
11. CIMB Niaga. "Paparan Kinerja Semester I 2009 PT Bank CIMB Niaga Tbk.Pukul 13.45-15.00 WIB.Ruang Meeting Besar, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.
12. Lontar. "Pertunjukan Wayang Kulit The Bima Series". Pukul 17.30-22.00 WIB. Lobby Atrium Hall Cilandak Town Square, Jakarta.
13. Rumah Zakat Indonesia. "Launching Pembukaan SD Juara Rumah Zakat Indonesia". Pukul 07.00 WIB.Jalan Kebagusan I No 39, Kebagusan, Jakarta Selatan. [OKZ]

Rupiah Melemah 55 Poin

LAMPUKUNING- NILAI tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (29/7) melemah 55 poin ke level Rp9.995 per US$, dibanding Selasa (28/7) sebesar Rp9.940 per US$. "Pelemahan rupiah atas US$ disebabkan oleh aksi profit taking investor," kata pengamat valas di Jakarta. Menurutnya, koreksi rupiah wajar karena telah menguat cukup tajam pada dua pekan ini.
Pengamat itu mengatakan, para pelaku pasar merealisasikan keuntungan jangka pendek seiring merosotnya harga saham di BEI. Ia mengingatkan, potensi pelemahan rupiah masih terbuka, paling tidak hingga perdagangan akhir minggu ini. Pengamat tersebut memperkirakan, rupiah akan turun di kisaran Rp9.990-Rp10.100 pada Kamis, (29/7).
Nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya pada Rabu ini ditutup bervariasi. Rupiah terhadap dolar Singapura melemah ke Rp6.946,75 dari sebelumnya Rp6.908,05, atas dolar Hongkong turun menjadi Rp1.292,88 dari sebelumnya Rp1.282,56, terhadap dolar Australia menguat ke Rp8.220,41 dibanding sebelumnya di Rp8.276,54, dan atas Euro ditutup menguat ke level Rp14.173,79 dari sebelumnya pada posisi Rp14.186,36. [E-BURSA]

IHSG Ditutup Turun

LAMPUKUNING- INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/7) ditutup melemah 11,293 poin (0,505%) menjadi 2.225,812. Indeks LQ45 saham terlikuid (LQ-45) juga turun 2,449 poin (0,558%) ke 436,098. Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,233 poin (0,605%) menjadi 367,132. Kompas100 melemah 2,990 poin (0,548%) menjadi 543,055, diikuti Bisnis-27 turun 1,342 poin (0,670%) ke 198,818.
Penurunan IHSG di BEI terutama akibat aksi ambil untung terhadap saham sektor infrastruktur dan pertambangan masing-masing 1,37% dan 1,68%. Sedangkan saham sektor perkebunan, industri dasar, konsumer dan manufaktur ditutup menguat.
Saham Telkom Tbk (TLKM), misalnya, turun Rp100 (1,12%) ke Rp8.850. Saham Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) tergerus Rp300 (3,35%) ke RP8.650, International Nickel Indonesia Tbk (INCO) turun Rp150 (3,47%) ke Rp4.175, Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp75 (3,49%) menjadi Rp2.075, dan Timah Tbk TINS) turun Rp75 (3,57%) menjadi Rp2.025.
Pada Rabu ini, total volume perdagangan di BEI mencapai 5,738 miliar lembar saham senilai Rp5,143 triliun dengan frekuensi 110.483 kali transaksi. Secara rinci, perdagangan saham di pasar reguler tercatat 5,278 miliar lembar senilai Rp4,742 triliun, dan di pasar negosiasi tercatat 270,986 juta unit senilai Rp389,139 miliar. [E-BURSA]

'Silent Stroke' Serang Manula

LAMPUKUNING- STUDI anyar di Negeri Kangguru menunjukkan, orang yang berusia di atas 60 khususnya mereka yang memiliki tekanan darah tinggi berisiko mengalami 'silent stroke'. Studi mencatat mereka memiliki peluang 60 persen lebih besar mengalami silent stroke ketimbang orang yang bertekanan darah normal.
"Stroke ini sebenarnya kentara, karena penyebabnya terhubung ke memori dan kemungkinan penyebab dari dementia--kehilangan daya ingat," ujar ketua studi Dr. Perminder Sachdev, seorang profesor neuropsikiatri di Universitas New South Wales Sidney, seperti di rilis American Academy of Neurology.
Studi yang dipublikasi pada 28 Juli lalu ini melibatkan 477 orang--dengan rentang usia 60 hingga 64 tahun selama empat tahun. Studi menemukana 7,8 persen dari kelompok usia itu terbukti mengalami stroke dengan tanpa gejala.
Selain tekanan darah tinggi faktor risiko lain terserang stroke adalah diabetes penyakit jantung, merokok dan usia lanjut. [HEALTHDAY/TINTERAKTIF]

Ombak Laut Selatan 3,5 Meter

LAMPUKUNING- KEPALA Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Kabupaten Banyuwangi Arif Triyono meminta para nelayan di wilayah laut selatan untuk mewaspadai gelombang tinggi.
Sebab dalam bulan ini, sekitar Juli-Agustus, tinggi gelombang di laut Selatan biasanya akan mencapai puncaknya dibandingkan dengan pada bulan-bulan yang lain.
Di Samudera Indonesia atau Laut Selatan Jawa, diperkirakan tinggi ombak akan mencapai 2,5 meter hingga 3,5 meter. Sedangkan di Selat Bali bagian selatan, meliputi perairan Muncar dan Grajagan, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2 meter.
Menurut Arif, tingginya gelombang di Laut Selatan karena sedang berada pada siklus perbedaan tekanan udara dari bagian selatan di Benua Australia dengan di Benua Asia. Perbedaan tekanan udara yang tinggi ini memicu aliran udara atau angin. Semakin besar angin, maka gelombang laut akan semakin tinggi. "Gelombang laut muncul karena adanya angin," katanya, Rabu (29/7). [TINTERAKTIF]