Minggu, Juli 26, 2009

Gempa 5,5 SR di Papua

LAMPUKUNING- GEMPA berskala 5,5 Skala Richter terjadi di Provinsi Papua, pada Minggu (26/7) siang sekitar pukul 13.06 WIB.
Menurut keterangan dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi di kedalaman 70 kilo meter.
Pusat gempa berada 139 kilo meter timur laut Sorong, Papua Barat, 198 kilo meter barat laut Manokwari Papua Barat, 297 kilo meter timur laut Fak-Fak, Papua Barat, 409 klo meter barat laut Kaimana, Papua Barat dan 422 kilo meter barat laut Biak Papua.
Koordinat pusat gempa tepatnya di 0, 25 Lintang Selatan (LS) - 132, 39 (BT). Gempa itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami. [ANTARA]

Perairan Banten 3 Meter

LAMPUKUNING- BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banten memprediksikan tinggi gelombang di perairan Banten selatan berkisar dua sampai tiga meter.
Pengamat cuaca BMKG Banten, Halim, mengatakan, sepanjang Minggu (26/7) gelombang laut Banten selatan mencapai ketinggian tiga meter.
Selain itu, kecepatan angin berkisar 15 sampai 20 knot per jam dan berawan serta berpeluang hujan. Kondisi demikian, menjadi status `warning atau peringatan bagi nelayan maupun pelayaran kapal tongkang.
"Kami minta nelayan di perairan Banten selatan tidak melaut dulu, menyusul memburuknya cuaca itu," katanya. [ANTARA]

Perairan Merauke 4 Meter

LAMPUKUNING -BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan tinggi gelombang di perairan selatan Merauke berkisar 3 - 4 meter sepanjang Minggu (26/7) pagi hingga malam nanti.
BMKG yang prakiraannya dipantau di Jayapura, Minggu pagi menyebutkan gelombang laut dengan tinggi 3 - 4 meter juga berpeluang terjadi di Laut Andaman, perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah.
Sementara itu, gelombang dengan tinggi 2 - 3 meter kemungkinan terjadi di Laut Cina Selatan, perairan barat Aceh, perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan serta perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Barat (NTB). [ANTARA]

Anak Alami Kekerasan

LAMPU KUNING- SEBANYAK empat dari 100 orang anak Indonesia setiap harinya mengalami tindak kekerasan berupa fisik, psikologis, emosional, dan ekonomi dari kerabat dekatnya.
"Data statistik mencatat 100 orang anak Indonesia empat diantaranya mengalami tindak kekerasan dari kerabat dekatnya, seperti orang tua, guru, oknum aparat, dan teman-temannya," kata Ketua Panitia Hari Anak Nasional (HAN) 2009, Dr. Surjadi Soeparman, Mph, setelah penandatanganan peluncuran bike to school, di silang Monas, Jakarta, Minggu.
"Kita mengakui bahwa setiap tahunnya tindak kekerasan yang terjadi kepada anak-anak terus meningkat, untuk itu kita harus melindungi anak-anak dengan penuh kasih sayang," imbuhnya. [ANTARA]

Gempa 5,2 SR di Manado

LAMPUKUNING- SEJUMLAH warga Manado memilih keluar rumah, setelah terjadi Gempa tektonik dengan kekuatan 5,2 Skala Richter (SR), Minggu (26/7) pagi.
Getaran gempa sekitar 30 detik itu, terjadi pukul 11.07 wita, di saat sejumlah warga usai mengikuti kebaktian Minggu di Gereja.
Sesuai data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa 5,2 SR tersebut terjadi di kedalaman 187 km.
Pusat gempa berada satu kilometer barat Manado, 40 kilometer barat laut Bitung, 221 kilometer timur laut Gorontalo, 246 kilometer baratdaya Tahuna dan 292 kilometer barat laut Ternate.
Koordinat pusat gempa tepatnya di 1,48 Lintang Utara (LU) - 124,83 Bujur Timur (BT). Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. [ANTARA]